Modernisasi Bukanlah Westernisasi
Menurut koentjaraningrat, modernisasi adalah usaha-usaha untuk hidup sesuai denga zaman dan konstelasi dunia sekarang. Dewasa ini kekuatan-kekuatan yang menentukan konstelasi dunia, ternyata bukanlah oleh dunia barat saja tapi oleh USA, Rusia, Jepang, JErman, maupun RRC.
Bagi Indonesia, modernisasi berarti merubah berbagai sikap dan sifat individu masyarakatnya akan mentalitas yang tidak cocok dengan kehidupan zaman sekarang.
Sifat dan sikap yang tidak cocok tersebut, antara lain sebagaiu berikut :
1) Sifat dan sikap feodal
2) Sifat dan sikap yang selalu berorientasi ke atasan
3) Sifat dan sikap hidup boross
4) Sifat dan sikap konsumerisme
5) Sifat dan sikap sekulerisme
6) Sifat dan sikap suka berpeste-pesta
7) Sifat dan sikap malas bekerja
Westernisasi adalah meniru gaya hidup orang-orang Barat agar hidupnya nampak kebarat-baratan (misalnya : ulang tahun, gaya bicara, etika pergaulannya, suka berpesta-pesta, sekulerisme, dan seringditambah dengan merendahkan bahasa nasional dan adat sopan santun pergaulan Indonesia). Orang Indonesia yang mengadaptasi gaya hidup kebarat-baratan seperti itulah yang disebut condong ke arah Westernisasi. Oarng seperti itu belum tentu modern dalam mentalitasnya, mungkin sesekali mereka itu masih bergaya feodal, tidask disipli, tidak bermutu, karya-karyanya, dan jumlah anaknya pun masih banyak.
Dengan demikian jelas bahwa modernisasitidak sama dengan Westernisasi. Dalam melakukan Modernisasi tidak perlu dengan Westernisasi. Hidup modern dengan menggunakan unsur-usur budaya Barat seperti ilmu dan teknologi itu tidak berarti bahwa kita melakukan Westernisasi, tetapi dalam rangka transformasi ilmu dan teknologi.
